contoh LKS singkat SMP kelas VIII

Gambar 

UTS KURIKULUM DAN BUKU TEKS PKN

Disusun untuk memenuhi tugas  UTS Kurikulum dan Buku Teks Pkn

Dosen Pengampu:

Drs Hamonangan Sigalingging, M.Si
Drs. At. Sugeng Priyanto, M.Si.

Tijan, M.Si

 

 

 

Disusun Oleh:

Ahmad Arif Rohman              3301412132

 

 

 

JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2013

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Sekolah                       : Sekolah Menengah Pertama

Mata Pelajaran            : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Kelas                           : VIII

Kompetensi Inti          :

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Dasar       :

Menghargai perilaku beriman,dan bertaqwa kepada TuhanYME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di lingkungan sekolah, masyarakat, bangsa, dan Negara

Indicator                     :

  1. Mengetahui tentang pentingnya hidup rukun
  2. Mengajarkan sikap saling menghargai antar umat beragama
  3. Membiasakan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hsri

Petunjuk belajar          :

Bacalah berita dibawah ini dan temukanlah nilai-nilai yang terkandung didalamnya kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang sesuai dengan berita

Berita                          :

 

 GambarGambar

50 TAHUN MASJID & GEREJA DI SOLO HIDUP MESRA SATU ATAP

Maraknya aksi kekerasan dan teror di Solo seolah-olah menenggelamkan berdirinya dua bangunan keagamaan yang berada di kota ini. Dua bangunan itu mencerminkan dan membuktikan bahwa ada toleransi yang besar serta sangat kuat di Solo.

Berdirinya dua bangunan keagamaan yaitu, Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dalam nomor alamat yang sama membuktikan masih ada sejarah dan guratan jelas di Kota Solo tentang toleransi dan kerukunan beragama. Itulah yang terlihat dari bangunan yang terletak di Jalan Gatot Soebroto No 222 Solo, Jateng.

Dua bangunan ibadah terlihat menonjolkan lambang masing-masing jenis dan aliran agama. Kubah hijau dan bulan sabit bintang, juga salib besar yang berdiri di atap gereja. Namun, tak ada keangkuhan dan kesombongan antar golongan di sana. Kedekatan terpancar dari bagian bangunan tembok masjid dan gereja yang saling berhimpitan.

Tempat imam masjid untuk salat berjamaah pun secara langsung berbatasan dengan ruang pertemuan gereja yang biasa digunakan untuk aktivitas kegiatan misa jamaahnya. Bahkan, di bagian atas ruang imam tersebut dibiarkan terbuka sehingga tembok salah satu ruangan gereja terlihat menonjol.

Dari pengakuan Pendeta Widi Atmo Herdjanto, gereja itu dibangun lebih dulu pada tahun 1939. Saat itu, gereja didirikan di atas tanah milik seorang ulama sekitar bernama H.Zaini yang telah dibeli oleh sejumlah umat Kristen asal Danukusuman, Solo, Jateng.

Saat bangunan gereja tersebut dibangun, para pendiri juga sudah mengetahui ihwal rencana pembangunan musala, yang direalisasikan tahun 1947, tepat di sisi utara gereja. Sejak saat itu kerukunan kedua umat beragama ini terjalin, layaknya kedua bangunan tempat ibadah yang mempunyai satu alamat bersama.

“Berhimpitan dan bersebelahan tanpa ada jarak sedikitpun baik secara lahiriah bangunan maupun sikap dan perasaan masing-masing umatnya. Bahkan untuk mengabadikan bentuk toleransi itu, masing-masing perwakilan umat Islam maupun Kristen membangun sebuah prasasti Tugu Lilin bercat putih sebagai simbol kebersamaan dan toleransi, ungkapnya.

Prasasti lilin yang memiliki tinggi 100 centimeter itu sampai saat ini masih kokoh tegak berdiri di sekitar tempat wudlu perempuan yang terletak di sebelah selatan masjid. Tugu bercat putih tersebut menjadi sumpah janji di antara kedua pemeluk keyakinan yang berbeda itu. Untuk hidup rukun dan damai menghindari terjadinya permusuhan dan peliharalah kedamaian selamanya.

Sikap toleransi yang terjalin bahkan menyebar ke seluruh pelosok dunia sehingga banyak orang asing yang berkunjung. Selain ingin melihat dari dekat, mereka juga ingin mengetahui kunci kerukunan yang terjadi antara umat beragama tersebut. Bahkan, dua bulan yang lalu sebelum terjadinya aksi teror beberapa kali di Solo, mendapatkan kunjungan special dari kalangan tokoh agama Eropa.

“Biasanya mereka yang studi banding ke sini menanyakan mengenai berdirinya gereja dan masjid. Saya selalu bilang, gereja lebih dulu berdiri. Kenapa masjid bisa berdiri karena ada kesepakatan dari para pendahulu kita. Silakan membangun masjid bersinggungan, bersampingan dan bergandengan dengan gereja. Dan momentum ini disertai dengan pendirian tugu yang artinya tidak akan ada perbedaan dan permusuhan sampai nanti,” jelasnya.

Nasir, salah satu pengurus Masjid Al Hikmah Joyodiningratan menegaskan baik dari pihak gereja maupun masjid sangat menjaga betul arti pentingnya kedamaian, persaudaraan dan persatuan. Sikap toleransi ini secara turun-temurun dari generasi ke generasi dijaga betul selama perjalanan 50 tahun sampai saat ini.

“Kita menjaga betul apa yang namanya prinsip dan sikap toleransi. Seperti dalam ajaran agama Islam, ‘Lakum Diinukum Waliyadin” yakni agama kita adalah agama masing-masing, namun dengan saling menghormati ritual ibadah kita adalah urusan pribadi masing-masing, pungkasnya.

Sikap itu membuktikan, upaya teror yang mencoba untuk memecah belah, kalah dengan kokoh berdirinya kedua bangunan yang bersandingan bahkan satu alamat tanpa terjadinya perpecahan. Begitu indahnya, kedua bangunan yang berbeda aliran dan agama ini secara otomatis mencerminkan penolakan terhadap adanya upaya perpecahan yang dipicu dengan cara teror dan memecah belah dengan menghembuskan permasalahan isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

Pertanyaan                  :

  1. Apa prinsip orang islam dalam hidup berdampingan dengan umat kristiani ?
  2. Jelaskan secara singkat sejarah berdirinya gereja dan masjid secara berdampingan !
  3. Bagaimana cara umat kristiani menjaga hubungan baik dengan umat islam ?
  4. Terorisme sering dilakukan untuk memecah belah umat beragama, sikap apa yang ditunjukkan oleh umat kristiani dan umat islam di Solo untuk mencegah terjadinya perpecahan ?
  5. Dimanakah letak gereja dan masjid berdiri ?
  6. Nilai –nilai apa saja yang dapat diambil dari berita diatas ?
  7. Apakah nilai-nilai kerukunan sudah diterapkan dengan baik pada kasus diatas ?
  8. Bagaimana cara menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama ?
  9. Apa saja yang termasuk akhlak mulia dalam kehidupan antar umat beragama ?
  10. Apa pendapat anda tentang toleransi antar umat beragama yang ada di Solo ?
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s